Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-06 07:58:08【Sehat】609 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(736)
Sebelumnya: KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
Selanjutnya: Stafsus: MBG
Artikel Terkait
- Komnas HAM pantau masalah MBG, ingatkan pangan
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- Pemkab Jayapura perkuat mutu dan keamanan pangan di dapur MBG
- Mentan: beras sumbang deflasi 23 provinsi berkat sinergi lintas sektor
- BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung
- Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG
- BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi
- SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
- CKG, cahaya harapan dari negara untuk masa senja berjaya
- Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke
Resep Populer
Rekomendasi

Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang

Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya

DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir

Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan

Perkuat kemitraan, ASEAN

Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya

Pemerintah perkuat tata kelola Program MBG lewat tim koordinasi khusus

Raffi Ahmad apresiasi transformasi lapas di Nusakambangan